get app
inews
Aa Text
Read Next : FPN Mengutuk Pembunuhan Brutal 15 Awak Ambulans oleh Israel

FPN: Video di Ponsel Korban Buktikan Eksekusi Brutal Israel terhadap 15 Tenaga Medis

Minggu, 06 April 2025 | 07:37 WIB
header img
Foto: Furqan AMC (istimewa)

BANDUNG, iNewsCimahi.id - Sekretaris Jenderal Free Palestine Network (FPN) menyebut teroris Israel tak bisa mengingkari eksekusi brutal tentara mereka terhadap 15 Tenaga Medis,  Pekerja Pertahanan Sipil dan Petugas PBB, ketika video rekaman ponsel salah satu korban ditemukan di kuburan massal, di Tal al-Sultan, Rafah, Gaza Selatan.

"Video ponsel Rifat Ridwan yang ditemukan di kuburan massal 15 Tenaga Medis, Pekerja Pertahanan Sipil dan Petugas PBB yang dieksekusi secara brutal oleh tentara teroris Israel 23 Maret lalu menjadi bukti otentik yang mengonfirmasi peristiwa kejahatan kemanusiaan tersebut," jelas Furqan AMC.

"Semua alibi teroris Israel untuk pembenaran ekseskusi brutal tersebut terbantahkan," tegas Furqan.

Zionis Israel sebelumnya sempat mengklaim bahwa ambulans yang digunakan kelima belas korban tidak menggunakan lampu depan dan tidak menggunakan tanda.

Korban dikepung, diborgol, dieksekusi, dan dikubur secara massal. Kemudian untuk menghilangkan jejak, zionis Israel menghancurkan 5 ambulans yang digunakan korban.

"Tindakan Israel ini jelas merupakan pelanggaran terhadap Konvensi Jenewa yang melindungi tenaga medis dalam konflik bersenjata dan sudah masuk dalam kategori kejahatan perang menurut Statuta Roma. Dunia tak bisa diam seribu bahasa. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus menyeret Israel ke Mahkamah Pidana Internasional," tegas Furqan.

"Kejatahatan perang Israel harus segera diadili, sebelum tatanan dunia menjadi amburadul karena  Hak Azazi Manusia (HAM) dan Hukum Internasional dikangkangi terus menerus oleh Israel," tambah Furqan.

Menurut laporan Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) dan Pertahanan Sipil, 15 awak ambulans yang menjadi korban adalah bagian dari tim darurat yang berupaya menyelamatkan warga yang terluka akibat serangan udara Israel. Mereka terdiri dari 9 tenaga medis PRCS, 5 anggota Pertahanan Sipil, dan seorang pegawai badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA). Namun, alih-alih diberikan akses untuk menjalankan tugas kemanusiaan, mereka justru dijebak, ditahan, dan dibunuh secara brutal oleh tentara Israel.

Adapun data yang baru dilansir oleh Euro-Med Human Rights Monitor, 5 April 2025 menyebut Israel telah membunuh 96 Dokter dan 1.192 tenaga kesehatan profesional. 1.460 tenaga kesehatan lainnya luka-luka.

Teroris Israel juga telah membunuh 113 anggota pekerja pertahanan sipil dan 210 jurnalis.

Total sudah lebih 60 ribu warga Palestina gugur. Di mana 32% (18.600) adalah anak-anak dan 12.430 (21%) perempuan.

Editor : Okky Adiana

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut